Everything Has Changed (1)

Screenshot_2017-05-06-18-39-40

Cast : Taeyeon & Tiffany.

Sub Cast: Yuri , Jessica, Seohyun , Yoong, Sooyoung , Sunny

Genre: yuri (girl x girl)

Happy reading💙💙💙

.

.

“Aku sudah kembali bukan? Jadi apalagi? Jangan menuntut terlalu banyak” gadis itu tersenyum mengejek menatap lawan bicaranya.

“Sayang, appa hanya ingin ka-”

“Harus berapa kali aku bilang!? AKU TIDAK INGIN TINGGAL DENGAN MEREKA!! Selagi ada mereka disini, jangan harap aku akan kembali kerumah ini” Ujarnya penuh penekanan. Seakan tak mempedulikan apa yang akan dikatakan lelaki tua yang menatap sedih kearahnya, gadis itupun keluar dari rumah yang megah itu tanpa membawa kendaraan. Padahal sebenarnya ia hanya tinggal memilih mobil mana yang ingin ia pakai hari ini.

‘Apa yang harus ku lakukan’ gumam lelaki tua itu melihat kepergian anaknya. Bahkan sudah sekian lama tak bertemu sang anak jadi bertambah dingin padanya.

Sedangkan ada gadis lain yang mendengar pertengkaran ayah dan anak tersebut, air matanya lolos begitu saja. Ia terisak membekap mulutnya mencoba untuk meredam tangisnya.

‘Kenapa ia begitu membenciku?’

**

Gadis itu terus berjalan walau ia tak tau tempat yang ingin ia tuju. Lututnya sudah lemas seakan tak sanggup lagi untuk melangkah lebih jauh. Akhirnya ia berhenti ditepi sungai . Ia mencengkram kuat pagar tepi sungai tersebut. Nafasnya sesak, tenggorokannya tercekat. Sesuatu terasa menghimpit rongga dadanya…

“Kenapa seperti ini? ..hiks..hiks..KENAPA INI TERJADI PADAKU!? NAEGA WAE!!? WAEE!!? AISSH..”

*flashback

“Eommaaa dia tak mendengarkan kuu~~” gadis itu menunjuk kekasihnya yang duduk santai di sofa dengan tampang polosnya.

“Heol… apa kau tak ingat umurmu ini sudah berapa, hah? Bahkan eomma heran mengapa gadis seperti dia mau denganmu” jawab wanita tua itu sambil terkekeh.

“Eomma aku ini anakmu, kenapa eomma tak membelaku~? Eomma malah mengejekku didepannya. Ish.. dia akan semakin merasa menang” Gadis itu mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan jawaban yang ia dapat.

Kekasihnya yang dari tadi duduk disofa pun akhirnya bangkit, masih dengan tawa kecil yang menghiasi bibirnya. Setelah melihat percakapan ibu dan anak didepannya ia tak mampu menahan diri lebih lama. Ia memang sangat suka menjahili gadis mungil yang sedang cemberut itu.

“Ne eomma, aku juga heran kenapa aku bisa mengatakan ‘ya’ padanya dulu. Padahal dia pendek, pervert dan kekanakan. Apa aku harus mengakhirinya eomma?” Ujarnya sambil menggaet tangan eomma  dari gadis yang mengerucutkan bibirnya itu.

“Yaa! Menyebalkan, kalian selalu saja bersekongkol untuk memojokanku” Gadis yang masih mengerucutkan bibirnya itu menghentak-hentakkan kakinnya.

Keduanya malah mengeraskan tawa mereka membuat gadis tadi bertambah kesal. Namun detik kemudian dia mengeluarkan smirknya. Dia mendekat dan ‘menyerang’ kekasihnya.

“Kyaaaa eomma … andwee… tolong aku, kyaa hahah berhenti yak!!”

 

“Hahahah rasakan ini. Huh? Apa yang kau bilang tadi, kau menyesal mengatakan ‘ya’? katakan lagi” Gadis itu mengelitik kekasihnya yang berada dipelukannya itu.

“Andwee hhaha miann jeongmal mian hahah lepaskan aku, eomma tolong aku!!”

“Ups.. Mianhae eomma tak liat” Wanita tua itu berlalu begitu saja dari hadapan kedua sejoli itu.

”Huaa eomma jahat.. Jebal hahah lepaskan aku ,” mohonnya.

“Apa yang aku dapatkan jika aku melepaskanmu?” 

”Apa yang kau inginkan?” Kekasihnya itu memberikan puppy eyesnya agar gadis mungil itu segera melepaskannya.

”Aku ingin ini ” Tunjuk gadis mungil itu pada bibir kekasihnya.

“Pervert!” Ia memukul pelan dada gadis itu sambil menyembunyikan rona merah diwajahnya.

“Jadi bagaimana?”

*CUP Ia memberi kecupan singkat pada gadis itu.

“Yaaa!! itu mana cukup sayang “ Segeralah diraihnya leher kekasihnnya untuk memperdalam ciuman mereka.

“hmm” Kekasihnya mengerang karna tindakan tiba-tiba gadis itu, namun detik kemudian ia mengalungkan tangannya ke leher sang gadis membawanya lebih dekat.

Keduanya menghabiskan waktu bersama hingga malam datang, walaupun itu hanya beberapa obrolan ringan dan pelukan, dengan beberapa kecupan tentunya.

*flashback end

Gadis itu hanya terdiam di tepi sungai  yang ada dihadapannya. Memori itu terus berputar diotaknya. Sampai kapan ia akan terus begini. Menyakitkan jika ia harus mengingatnya terus.

th (67)

drrt….drrt..

klik

“YAAA !!! KIM TAEYEON neo oddiga!!? Apa kau tersesat!?? Kau bilang kau akan ke apartemenku !!? Aku menunggu dari tadi, tidakkah kau mengecek ponsel mu, haah!? Yaa kim taeyeon! Aku membatalkan janji kencan dengan wanitaku gara-gara kau. Aiissh jinja!?” Taeyeon menjauhkan ponsel biru itu dari telinganya.

“Tak bisakah kau tak teriak-teriak? dan pertanyaaanmu banyak sekali, mana yang harus aku jawab dulu” Gadis yang bernama taeyeon tersebut memutar bola matanya walau ia tau temannya tak akan melihat itu.

“Kau jadi ke apartemen ku, taeng? ”

“Ya. Setengah jam lagi aku sampai”

“Kau tak tersesat bukan?”

“Kau pikir aku anak kecil, huh?”

“Arraseo. Aku akan menyiapkan makanan, cepat datang selagi masih hangat”

“Arraseo, Bye”

klik

Taeyeon pun memasukan ponsel itu ke saku jaketnya. Ia mulai beranjak dari tempatnya semula. Taeyeon menghentikan taxi untuk segera menemui temannya.

“Apartemen gangnam, ahjjusi”

**

ceklek

“Yaa!! Kenapa kau lama sekali!? Kau dari mana saja haa!?” Ucap gadis berkulit tan tersebut kepada taeyeon sedetik setelah membukakan pintu.

“Yaa!! Kenapa kau teriak-teriak!? Bukannya menyambutku!? aissh jinja”

“Kau juga berteriak!!”

“Karena kau berteriak duluan!!”

“heheh Peace!..ugh I miss you pendek!” ucapnya segera memeluk taeyeon.

“Mwo? yaa!! Kwon monyet hitam, kau benar benar cari ribut, huh!?” Taeyeon bersiap memukul kwon yul sahabatnya itu tapi dengan cepat ditangkis oleh gadis bermarga kwon itu.

“Kenapa main kekerasan taengo~? Kajja kita makan. Aku sudah menyiapkanya makanan untuk kita”

**

Taeyeon POV

“Taeng”

“eoh”

“Aku senang kau kembali” Katanya membuatku tersenyum menatapnya.

“hmm”

“Tck. Masih sama”

“…”

“Apa kau sudah mengunjungi appamu?” Tanyanya ragu-ragu.

“Aku sedang tak ingin membahasnya yul”

“Bukan begitu taeng. Aku hanya..huuft sampai kapan kau akan begini?”

“…”

“Aku hanya tak ingin kau terus-terusan kehilangan arah seperti ini taeng, semua juga tak akan berubah jika kau begini”

“Aku tau semua tak akan berubah yul, tapi aku belum bisa menerima semua ini. Kau tak mengerti ”

“aku selesai”

Taeyeon POV end

Taeyeon beranjak dari tempat dduduknya, melangkah pergi kekamar yang sudah disiapkan yul.

‘Kau salah taeng, aku mengerti’ ucap yul dalam hati melihat punngung sahabatnya semakin menjauh.

**

“Apa lagi?” Gadis itu menatap malas pria imut disampingnya. Sudah cukup untuk semua yang ia lakukan. Sebenarnya ia tak begitu berharap pada pria ini. Mungkin hal itu yang membuat kejadian kemarin tak begitu berarti untuknya. Bukankah seharusnya seseorang akan sangat kesal, marah dan cemburu saat melihat kekasihnya berciuman dengan orang lain?

“Ayolah, ini sudah satu minggu. Kau hanya salah paham tiff.” Tiffany…Gadis turunan amerika-korea yang sungguh memikat. Salah satu dewi yang dipuja di soshi university. Pria itu adalah kekasihnya. Tidak, lebih tepatnya..mantan. Tiffany hanya mencoba memberi kesempatan pada pria itu. Ia lelah melihat perjuangan pria turunan thailand itu untuk mendapatkannya. Selama berjalan satu bulan ia mencari cara untuk lepas dari pria itu…nickhun. Tiffany ingin nickhun menyerah dengan usahanya dan berhenti mengejarnya.

“Kau mau bilang apa lagi nick? Dia yang mulai duluan? Aku dan dia hanya teman? atau  kau salah lihat tiff?? Begitukah?” Gadis itu mengalihkan pandangannya ke makanan didepannya. Memasukan kedalam mulutnya, mengunyahnya dengan perlahan seolah-olah tak ada yang terjadi sekarang. Ia sudah bosan dimana nickhun terus berusaha menempel padanya.

“Baiklah. Ucapanmu memang benar tiff, tapi tidak sepenuhnya. Kau tahu bukan kalau dia menyukaiku? Semua orang bahkan tahu hal itu. Dia yang menciumku, aku sudah mendorongnya. Kau bahkan melihatnya bukan?” Apa yang dikatakan oleh pria itu memang benar. Ia tak ingin kehilangan tiffany begitu cepat. Bahkan ini baru satu bulan. Ia tahu benar kalau gadis itu tak bersungguh-sungguh dalam hubungan ini, tapi ia ingin mencoba. Bukankah kita tak akan tahu apa yang akan terjadi jika kita tak mencobanya.

‘cukup’

“Nick, kau tahu bukan kalau aku memberimu kesempatan agar kau tahu kalau ini percuma saja. Usahamu hanya sia-sia nick. Jadi berhentilah sebelum kau semakin sakit. ini tak akan berhasil” Gadis itu menatap pria disampingnya dengan serius. Kenapa ia tak mengerti kalau tiffany tak memiliki rasa yang lebih untuknya?

“Tidak tiff, ini belum cukup. Waktu yang kau berikan terlalu singkat tiff. Aku mencintaimu”

“Kau mencintaiku? Kalau begitu biarkan aku pergi”

“Jangan begini tiff, bukankah aku sudah berjanji akan membuatmu bahagia bersamaku? Biarkan aku menepatinya”

“Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku akan bahagia jika kau melepasku?”

“Tidak akan. Aku mencintaimu dan aku akan membahagiakanmu dengan caraku, tidak dengan melepasmu tiff”

“Kau terlalu keras kepala nick. Sudah lah, kita sudah selesai. Jangan menggangguku lagi. Kajja jessie.” Tiffany beranjak dari kursinya melangkah pergi meninggalkan mantan kekasihnya dengan sahabatnya yang dari tadi hanya diam mendengarkan percakapan keduanya, Jessica jung. Ia ikut beranjak hendak menyusul tiffany yang sudah keluar dari pintu kantin kampus yang megah itu.

“Berhentilah nick” ujarnya beranjak hendak meninggalkan nickhun yang menunduk sambil mengepalkan tangannya sehingga kuku jarinya memutih. Emosinya benar-benar memuncak sekarang. Apalagi kekurangannya? Ia sudah melakukan apapun untuk tiffany. Kenapa tiffany melakukan ini padanya? Sebenarnya ada rasa iba jessica padanya.

“Aku tak akan melepaskannya begitu saja. Aku akan membuktikan padanya, setiap usaha tak ada yang sia-sia” Perkataan pria itu membuat langkah jessica terhenti. Ia menolehkan kepalanya melihat pria itu. Matanya…benar-benar memancarkan kesungguhan.

“Mungkin memang benar jika setiap usaha tak ada yang sia-sia. Tapi…apa kau percaya takdir?” Jessica memberikan senyum tulusnya pada nickhun sebelum benar- benar pergi dari hadapan pria itu. Nickhun tersentak oleh perkataan gadis itu. Takdir? Apa tiffany tak ditakdirkan untuknya?

**

Kedua gadis itu telah menyelesaikan jadwal kuliah mereka hari ini. Mereka berjalan berdampingan, sesekali tawa kecil menghiasi obrolan mereka. Begitu banyak pasang mata yang melirik kearah mereka..kagum, begitulah. Tiffany merupakan sosok yang riang, ramah, baik dan dia bukan tipe orang yang akan menyombongkan kelebihan yang ia punya. Jessica..Sahabat sekaligus sepupu tiffany hwang. Gadis itu memang tidak terlalu banyak bicara dengan orang lain, hanya dengan orang terdekatnya saja jessica bisa lebih santai. Banyak yang mengatakan ia adalah ice princess tapi sebenarnya gadis itu merupakan sosok yang ceria dan peduli dengan orang lain.

“Lebih baik?”

“Tentu. Akhirnya aku lepas darinya. Semoga saja dia tak menggangguku lagi.”

“Yeahh semoga. Tapi nickhun sungguh-sungguh padamu tiff. Apa tak ada sedikitpun kesempatan untuknya?”

“Pada awalnya aku berfikir bahwa aku bisa menyukainya. Kuakui nickhun sangat baik, perhatian, dan ia tampan. Maka dari itu aku memberinya kesempatan, tapi setelah jalan satu bulan ini aku fikir…tidak jess”

“Arraseo, lakukan sesukamu tiff”

Brukk

“aw”

“ice jung?”

“ice jung? Kau salah mengucapkan kalimat pertama nona” Ucap jessica menatap orang yang sudah menabraknya. Ia tak percaya ini. Ice jung? apa itu kalimat pertama yang diucapkannya setelah menabrak orang lain.

“Ne?”

“Maafkan aku yang bodoh ini sudah menabrakmu JESSICA” Ujar jessica dengan penekanan saat mengucapkan namanya.

“hahaah arraseo arraseo. Maafkan aku sica~ah” Ujarnya dengan senyum manis. Ayolah..Siapa yang tidak tahu kwon yuri dikampus ini. Yuri sang penjerat wanita *keekekk. Semua gadis-gadis yang dikencaninnya tahu kalau dia player, tapi siapa yang mampu menolak pesona dari kwon yul. *waduuh babang yul

“Sica~ah? Tidakkah itu terlalu manis nona. Bahkan aku tak mengenalmu sama sekali” Ujar Jessica sinis. Ucapan maaf gadis itu malah menambah kekesalannya. Hanya orang dekatnya yang memanggilnya begitu. Lalu dia siapa? sica~ah? yang benar saja.

“Benarkah? Kau tak mengenalku? Hmm tak apa. Kalau begitu kenalkan, aku kwon yuri” Ujar yuri dengan mengulurkan tangannya masih dengan senyum manis yang menyebalkan bagi jessica. Jessica hanya diam menatap uluran tangan yuri yang menunggu untuk disambut itu .

“Baiklah.. Aaah aku tahu kau…Tiffany hwang?” Ujar yuri yang mengalihkan uluran tangannya kedepan gadis bereyesmile itu.

“Ne..Tiffany hwang” Balas tiffany menyambut uluran tangan yuri dengan senyuman andalannya.

Pukk

” Yul aku sudah selesai”

screenshot_2017-05-01-13-02-001.jpg

” Taeng? Cepat sekali. ah kenalkan, ini temanku kim taeyeon” Ya. Yuri menunggu taeyeon yang mengurus beberapa berkas yang masih perlu diselesaikan. Taeyeon sungguh mempesona dengan tampilannya yang sederhana. Banyak pasang mata menaruh perhatian padanya sejak masuk dengan yuri tadi. Sepertinya idola kampus akan bertambah.

“Tiff-”

“Kajja tiff. Dasar aneh” Jessica menarik tangan tiffany begitu saja. Ia tak suka dengan sikap yuri yang ‘sok’ dekat padanya dan tiffany. Apalagi dengan senyum yang menyebalkan itu. Sedangkan yuri yang melihat sikap jessica seperti itu membuatnya terkekeh. Belum ada yang menolak pesonanya. Tapi jessica, ia malah tampak tak peduli sama sekali.

“Menarik” Gumam yuri yang masih terdengar jelas oleh taeyeon.

“Semua gadis selalu menarik untukmu”

“Hahaha benar juga. Tapi yang ini berbeda taeng” Ujar yuri menatap punggung kedua gadis tadi yang semakin menjauh.

“Apanya yang berbeda? Siapa mereka?” Ujar taeyeon sambil menyuruput minumannya.

“Kau akan tahu secepatnya taeng” Ujar yuri. Taeyeon hanya menaikan bahunya  dan mengerucutkan bibir mungilnya, tak begitu tertarik untuk membahasnya.

“Taenggo”

“heum?”

“Berhenti bertingkah imut seperti itu, kasihan mereka mimisan” Ujar yuri berlalu begitu saja meninggalkan taeyeon.

“Bertingkah imut? Mimisan?” Taeyeon melihat kesekitarnya. Banyak pasang mata menatapnya dengan senyuman semanis mungkin. Tapi tidak bagi taeyeon, senyuman itu tampak ‘mengerikan’. Taeyeon memberikan senyuman kecil dan segera menyusul yuri.

“Kyaa dia tersenyum pada ku”

“Andwae. Kau tidak melihat matanya melirik padaku”

“ughh dia sungguh mempesona”

“aku tak pernah melihatnya, apa dia mahasiswi baru?”

“Aku akan mencari tahu namanya”

Taeyeon dapat mendengar obrolan itu dengan jelas. Ia mempercepat langkahnya dengan kepala yang menunduk hingga ia berjalan beriringan dengan yuri.

“Sepertinya kembali kesini bukan ide yang bagus”

“Hahahah Kau hanya belum terbiasa taeng, lihatlah aku. Kau hanya perlu membalas senyuman dan sapaan mereka. Itu akan membuat mereka senang ‘Yul Oppa’ ‘Kyaa yul eonnie tersenyum padaku’ ‘Yul terimalah cintaku’ hahahaa” Ujar yuri diiringi tawanya.

“Itu maumu”

**

Yuri mengajak taeyeon kekantin. Yuri ingin mengenalkan taeyeon dengan salah satu sahabatnya. Kenapa kantin? Karena itu salah satu tempat favorit temannya. Jika yuri sulit menghubunginya maka yuri hanya perlu pergi kekantin *tau dong siapa wkkwk

“aah itu dia”

“Hey soo”

“Oo hitam”

“Yaa!!”

“Aishh jangan teriak-teriak, orang-orang melihat kearah kita”

“Aku tidak hitam bodoh. Jika mereka melihat kesini itu karena ada aku yang tampan ini” ujar yuri bangga.

“Kau dengan mulut besarmu yul”

“Terserah. Ahh Aku sampai lupa, kenalkan temanku kim taeyeon.”

“Kim taeyeon imnida”

“Choi sooyoung imnida. Kau bisa memanggilku soo ,seperti yul” Ujar sooyoung. Taeyeon hanya menganggukan kepalanya tanda ‘ya’.

“Apa kau mahasiswi pindahan?” tanya sooyoung

“Ne” jawab taeyeon

“Eoddie?”

“USA” singkat taeyeon.

“Jinjja? daebakk” Ujar sooyoung exited, taeyeon hanya membalasnya dengan senyuman.

“Kau mau pesan sesuatu taeng?” Tanya yuri.

“anni”

“Bagaimana? Gadis disini cantik-cantik bukan? Ya walaupun tidak sesexy yang disana” Ujar yuri melihat taeyeon memperhatikan sekelilingnya.

“Aku tidak sempat membandingkannya yul” Ejek taeyeon dengan senyum sinisnya.

“Issh” Kesal yuri

“….”

“Yaa! Choi sooyoung ada apa denganmu? ” Yuri melihat sooyoung terus tersenyum manis kearah belakangnya.  Yuri menoleh melihat apa yang membuat sahabatnya itu tampak tertarik selain pada makanan. Ia melihat empat orang gadis tengah duduk berbincang sambil sesekali tertawa bersama.

“Apa yang ka-”

“Kami sudah resmi”

**

Tiffany pov

“Mwo!?”

“Kau serius sunny~ah?” Ujar jessie tak kalah kaget dengan pengakuan sunny barusan.

” Ne, kami sudah resmi” Ujar sunny malu-malu. Terlihat jelas rona merah yang mulai timbul diwajah imutnya. Yang aku ingat sunny dan sooyoung sering sekali bertengkar. Sekarang, resmi?

“Sejak kapan? Bagaimana bisa?” Tanya jessie. Aku tahu dia pasti sama penasarannya denganku.

“Kalian tau kan dia juga ikut Club Pecinta Alam. Saat acara camping minggu lalu dia tidak menyebalkan seperti biasanya. Youngie begitu manis, bahkan youngie beberapa kali membantuku saat diganggu senior dan dua hari yang lalu dia memintaku jadi kekasihnya” Ujarnya dengan bangga. Ini lucu, bahkan mereka terlihat seperti  tokoh kartun Tom & Jerry. Rasanya baru kemarin aku melihat mereka adu mulut hanya karena sunny taak sengaja menabrak sooyoung, alhasil roti yang dipegang sooyoung jatuh.

“Daebakk aku tak menyangka ini akan terjadi” Ujar jessie masih dengan wajah kagetnya.

“Youngie eoh” Godaku. Si tiang sooyoung dengan si pendek sunny resmi. Bahkan sekarang sunny sudah mempunyai nama panggilan untuk sooyoung, youngi? hahahah

“Aku juga tak tahu ini akan terjadi. Dia tak seburuk yang selama ini aku kira.” Ujar sunny.

“Apa kau benar-benar mencintainya sunny~ah?”

“Tentu saja tiff, kalau tidak mana mungin aku menerimanya. Aku tidak sepertimu” Uggh kenapa sunny membahas itu.

“Kenapa membahasnya lagi? Kau menyebalkan sunny~ah”

“Hehee mian, aku hanya bercanda”

“Bagaimana  pendapatmu tentang berita baru ini seo?” Tanyaku. Seohyun mahasiswi pindahan dari jepang. Dia pindah beberapa bulan yang lalu, sejak awal bertemu dengannya kami menjadi dekat. Bahkan diusianya yang lebih muda, ia bisa lulus dengan cepat dan setingkat dengan kami. Seohyun gadis polos, lugu dan baik hati. Ia benar-benar tipe ideal para lelaki kekkek.

“Menurutku itu sangat bagus eonnie. Walaupun mereka sering bertengkar tapi mereka saling memperhatikan. Aku sering melihatnya, mereka saling membantu walaupun itu tidak terang-terangan. Sifat mereka berbeda, tapi aku fikir mereka dapat mengatasinya. Sooyoung eonnie memang suka menjahili sunny eonnie tapi aku juga beberapa kali memergokinya menatap sunny eonnie. Menurutku mereka sangat cocok” Ujar seohyun panjang lebar. ck ck ck anak ini sukses membuat pipi cubby sunny semakin memerah.

“Benar juga. Chukkae sunny~ah. Kau harus secepatnya mengenalkannya secara resmi kepada kami, arra? Kalau saja nanti dia macam-macam denganmu, kami akan mencarinya dan menggantungnya” ujar jessica membuat kami terkekeh. Sebenarnya jessica sosok yang hangat dan perhatian. Hanya..Ia harus membiasakan diri dulu dengan orang-orang yang masih baru untuknya.

“Tentu saja” Ujar sunny dengan tawa kecilnya.

“Baiklah kita akan merayakannya, Sunny akan mentraktir hari ini. yeayy!”

“Arraseo arraseo”

Saat aku menolehkan kepalaku, aku menemukan sosok sooyoung dengan dua gadis lainnya disalah satu meja dipojok ruangan. Kalau tak salah nama orang itu kwon yuri dan kim..taeyeon. Eh? apa dia melihat kearah sini? Ada apa dengan tatapan itu?

Tiffany pov end

**

Taeyeon melihat kearah dimana di satu meja beberapa gadis sedang berbincang disana. Deg.. ia melihatnya, gadis itu. Melihat gadis yang sedang tertawa dengan teman-temannya itu membuat taeyeon tersentak. Ia segera bangkit dari kursinya, memasukan buku dan ponselnya ke dalam ransel yang ia bawa.

“Aku permisi dulu” Yuri menyadarinya. Ia juga melihat gadis itu. Ia menatap taeyeon yang sudah beranjak dari tempart duduknya.

“Taeng?”

“Gwaencanha. Aku hanya berkeliling, aku akan pulang sendiri nanti” Dengan itu taeyeon benar-benar pergi dari sana, meninggalkan yuri yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Ada apa dengannya?” Ujar sooyoung.

“……” Yuri hanya diam. Tak mendapat jawaban sooyoung melanjutkan kegiatan menatap kekasih barunya yang masih berbincang dengan teman-temannya itu.

**

Gadis itu menatap jauh kedepan. Pada awalnya ia akan tau hal seperti ini akan sering terjadi, ia ingin mencoba tapi ini terasa sakit. Sakit itu datang secara beruntun kepadanya. Ia merasa dunia ini tak adil padanya. Ia tak tau jalan mana yang akan ia ambil, semua terasa gelap. Kenangan itu selalu berputar dikepalanya, bagaimanapun ini terasa sulit untuknya. Setidaknya dengan berada disini ia bisa sedikit lebih tenang, tak terlalu berisik.

Flashback

“Eomma~ eonnie mengambil es krim ku~” Gadis remaja itu merengek kepada sang eomma.

“Eomma aku tak tahu kalau itu miliknya. Meskipun begitu, kita kan bisa membelinya  lagi eomma~, dia saja yang pelit” ujar gadis yang lebih tua itu. Ia menjulurkan lidahnya mengejek sang adik. Melihat itu sang adik bertambah kesal pada eonnienya. Eonnienya memang sangat suka mengganggunya, ia suka melihat rengekan sang adik.

“Eomma~” Rengeknya lagi.

“Berhentihah mengganggu adikmu. Kau sudah menghabiskan es krimnya bukan? Sekarang pergi belikan lagi” Ujar sang eomma. Mendapat pembelaan gadis yang lebih muda itu kini membalas menjulurkan lidahnya pada gadis yang lebih tua.

“Arraseo arraseo” Ucapnya malas

“Chamkaman eonnie, aku ikut” Ujar sang adik dengan puppy eyesnya.

“Huft arraseo kajja”

“Yeyy gomawo eonnie, saranghae” *cup

Flashback End

“Hei” Gadis itu tersentak. Ada orang lain disana. Ia pikir hanya ada ia seorang disini. Ia menoleh melihat siapa orang yang mengganggu ketenangannya.

‘Dia..’

“Mian. Apa aku mengagetimu?” Ujar gadis  itu dengan senyum manisnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

“Apa boleh pertanyaan dibalas dengan pertanyaan?”

“Itu tidak penting. Jika kau tak menjawab pertanyaanku, itu juga tidak ada pengaruhnya untukku” Jawab gadis itu malas. Moodnya benar-benar sedang tidak bagus sekarang. Gadis lainnya yang mendengar hal itu pun terkekeh.

“Kanapa jawabanmu ketus sekali” Jawab gadis itu. Ia melangkahkan kakinya mendekati gadis yang berada didinding pembatas gedung itu. Sekarang ia sudah berada disamping gadis itu. Ia menatap kedepan dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya.

“Jika kau hanya menggangguku disini lebih baik kau pergi”

“Apa aku tidak boleh disini?” Pertanyaan itu membuatnya menghela nafas kasar dan mulai berkemas.

“Tinggalah disini, aku yang pergi” Gadis itu mengambil ranselnya dan berbalik.

“Chamkaman”

“Mwo?”

“Aku hanya ingin melanjutkan perkenalan kita yang tertunda” Ujarnya tersenyum

“Bukankah tadi temanku sudah memberi tahumu?”

“Aku tahu, Kim Taeyeon. Tapi..Apa kau tak ingin tahu sesuatu dariku?”

“Apa itu perlu?”

“Hahah kau lucu sekali. Namaku Tiffany, Tiffany Hwang.” Seakan tak peduli tiffany mendekat dan menatap lekat taeyeon.

“Apa kau selalu seperti ini dengan orang yang baru kau temui dan tampaknya orang itu tidak tertarik padamu?” Ujar taeyeon membalas tatapan tiffany. Ia tak suka dengan tatapan tiffany padanya, bahkan senyum tiffany yang dipuja-puja tak mempan untuknya.

“Tck” Tiffny semakin mendekat. Taeyeon dapat mencium dengan jelas aroma tubuh tiffany yang sangat wangi. Ia merasa nafas hangat menggelitik telinganya.

“Kau tau? Ini seperti bukan diriku, itu karena kau berbeda. Tapi tampaknya aku tak menarik untukmu, ini menyakitkan” bisiknya tepat ditelinga taeyeon. Biasanya jika ada yang ingin mendekatinya, taeyeon akan berbicara dengan ketus kepada orang itu dan orang itu akan berhenti dan pergi. Tapi gadis ini..

“M.m.moya” Tayeon jadi gugup sedekat ini dengan tiffany. Apa lagi dengan harum tubuh tiffany yang wangi itu. Taeyeon menjauh, ia menatap tiffany sebentar sebelum benar benar pergi dengan tergesa dari hadapan tiffany. Tiffany tertawa kecil melihat reaksi taeyeon yang imut menurutnya.

“Kim taeyeon tck”

tiff

.

.

.

Tbc

 

haii haii haii…

gimana gimana gimana??? heheh

aku author batu eh baru *somvlakluthor, masih belajar jadi butuh komennya

karna kalau banyak yang suka or komen aku bakalan post mungkin lebih cepat dan kalau nggak ada respon bisa-bisa ntar berenti di tengah jalan wkwkwk (baru mulai udah bilang berenti) karna itu aku butuh dukungannya heheehh

@:siapa peduli thor?

v:ya udah yang peduli aja -_-

ya udah segini dulu ya

mudah-mudahan suka

follow ig locksmith_v

pappayy 💙💙💙

Iklan

12 pemikiran pada “Everything Has Changed (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s