Everyhing Has Changed (2)

 

screenshot_2017-05-10-13-48-401.jpg

Cast: Taeyeon, Tiffany

Other cast: Yuri, Jessica, Seohyun, Sunny, Sooyoung

Happy reading๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ

Typo bertebaran๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป

.

.

.

Flashback

Sepasang kekasih tengah menikmati waktu senja mereka. Berbagi pelukan, saling menghangatkan satu sama lain. Memandang kearah laut biru dengan langit yang mulai gelap. Gadis itu duduk bersandar pada taeyeon. Taeyeon menyandarkan dagunya dan memeluk pinggang ramping gadisnya.

“Tae?”

“Heum?”

“Apa yang kau suka dariku?” Taeyeon terkekeh mendengar pertanyaan itu.

“Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?” Ia merasakan taeyeon mengeratkan pelukannya. Membuatnya semakin nyaman berada dipelukan gadis bermarga kim itu.

“Hanya bertanya. Jawablah” Desaknya.

” Aku..aku juga tak tahu” Gadis itu menoleh untuk melihat wajah taeyeon. Ia mengangkat sebelah alisnya, meminta jawaban lebih.

“Sungguh aku juga tak mengerti sayang. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, semuanya. Aku menyukai tatapan penuh cinta darimu, perhatianmu, ย tawamu, senyummu, sisi malaikatmu, bahkan sisi menyeramkanmu” Taeyeon terkekeh dengan ucapannya.ย 

“Auwh..wae~?” Gadis itu menyikut perut taeyeon sebelum memeluk sepasang tangan yang melingkar di perutnya.

“Kau dan mulut manismu kim”

“Yaa~ aku hanya menjawab pertanyaanmu. Aku sungguh-sungguh” Taeyeon mengerucutkan bibirnya walaupun ia tau gadis dipelukannya tak melihat sama sekali. Sebenarnya gadis itu hanya tersipu dengan ucapan taeyeon. Ia menoleh mendapati wajah lucu taeyeon yang juga sedang menatapnya. Gadis itu menangkup wajah taeyeon dengan senyuman mengembang diwajahnya.

“Jinjja?”

“Eum Jinjja” Taeyeon menganggukan kepalanya beberapa kali.

Jiinjjayo~?” Gadis itu memasang wajah seimut mungkin, membuat taeyeon gemas melihatnya.

*Cup

Jinjjayo~” Ucap taeyeon dengan aegyeonya.

“Yak! jangan mencuri ciuman dariku!”

“Apa aku harus meminta izin dulu?” Gadis itu tak dapat menahan senyumnya melihat wajah polos taeyeon yang dibuat-buatnya.

*Cup

“Kenapa kau sangat menggemaskan tae?” Tangan yang semula ada dipipi itu beralih melingkar dileher taeyeon.

Karena aku memilikimu. Jika kau tak ada mungkin aku akan seperti mayat hidup”

Zombie tae, eoh?” Ujar gadis itu tertawa kecil. Tawa kecil yang mampu menghipnotis taeyeon. Taeyeon menatap lekat kekasihnya. Perlahan mendekatkan wajahnya. Gadis itu seakan mengerti, perlahan ia menutup matanya. Kedua bibir itu bertemu, terasa lembut disana. Taeyeon mendiamkannya beberapa saat sebelum mulai menggerakan bibirnya. Ia membawa tubuh gadisnya lebih dekat, begitupun gadis itu yang menarik tengkuk taeyeon untuk memperdalam ciuman mereka. Kedua bibir itu saling melumat satu sama lain. Melakukannya dengan perlahan dan lembut, seolah sedang mengecap permen kapas. *gasanggup-,-

“Eummh.. apa yang kau lakukan?” Gadis itu menyudahi ciuman mereka merasakan tangan taeyeon yang mulai bergerak kemana-mana.

Mwo?”ย ย 

Tanganmu!”

Hehee mian” Taeyeon kembali mendekatkan wajahnya sebelum-

Tokk Tokk

“Yaak!! Eonnie!!!”

Taeyeon eonnie keluarr!!” Teriakan dari luar pintu kamarnya membuat taeyeon menghentikan aksinya.ย 

Apa lagi yang kau lakukan padanya tae?” Taeyeon bingung mau menjawab apa melihat tatapan mengerikan dari kekasihnya itu.

aku-“

“Eonnie kenapa kau menghabiskan es krimku!!? Kau harus menggantinya eonnie! Yaak!!” Teriakan itu kembali terdengar.

Tae, kenapa kau suka sekali mengganggunya? Sudah ku katakan jika kau menginginkan es krim kau dapat membelinya, bahkan aku bisa membelikannya untukmu”

Hahaa aku senang menggodanya sayang, dia menggemaskan. Bukankah wajar seorang kakak mengganggu adiknya?”

Eonnie!!”

Lekaslah temui dia”

Tak apa, nanti jug-“

Kim Taeyeon”

Arra arra. Tck, mengganggu saja” Taeyeon beranjak menyusul adiknya. Sedangkan kekasihnya menatap punggung taeyeon yang menjauh hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan kekanakan gadis yang 1 tahun lebih tua itu.

Eonniee!!”

Sabar sedikit hayeon~ah!”

Flashback end

“Hei”

“!!” Taeyeon tersentak merasa seseorang menepuk pelan pundaknya.

“Kau..Apa yang kau lakukan disini?” Taeyeon terkejut mendapati seseorang yang membuatnya jengkel ada dibelakangnya.

“Apa yang sedang kau fikirkan?” Seolah tak mendengar pertanyaan dari taeyeon, gadis itu malah kembali bertanya.

“Apa memang kebiasaanmu menjawab pertanyaan dengan sebuah pertanyaan, tiffany-shi?” Jawaban taeyeon membuat tiffany terkekeh.

“Waah kukira kau tak akan ingat namaku. Kau tau? Bahkan aku masuk kelas ini lebih dulu darimu. Kau datang, duduk dan melamun. Sampai kau tak sadar kita satu kelas dan Mr. Park telah selesai dengan perkuliahannya” Taeyeon melihat sekelilingnya dan benar saja sekarang hanya ia dan tiffany yang tinggal dikelas.

‘Astaga’

Taeyeon merapikan barang-barangnya diatas meja. Memasukannya dengan asal kedalam tas miliknya. Tiffany yang melihat itu dengan cepat mengambil salah satu tangan taeyeon.

“Apa yang kau lakukan!?” Taeyeon menyentakan tangan tiffany yang menggenggam tangannya, tapi sepertinya kekuatan tiffany tak dapat diremehkan.

“Kenapa terburu-buru?” Tiffany memberikan senyum bulan sabit yang mempu melelehkan siapapun yang melihatnya, kecuali taeyeon…setidaknya untuk sekarang.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan!?” Geram taeyeon.

“Mengenalmu lebih dekat” Jawabnya cepat.

“Aku memilih temanku sendiri, jangan memaksaku dan berhenti menggangguku!”

“Bagaimana jika lebih dari sekedar teman?” Kali ini perkataan tiffany sukses membuat taeyeon menatapnya.

“Lebih dari sekedar teman? Tck..Yang benar saja, bahkan mengenalmu saja sudah cukup membuatku muak” Taeyeon menatap tiffany tajam. Tiffany yang mendapat ungkapan yang tidak menyenangkan itu bukannya marah, tapi malah membuat senyumnya makin mengembang.

“Kita lihat saja nanti. Kita lihat berapa lama kau akan bertahan seperti ini” Tiffany melepaskan genggamannya pada tangan taeyeon. Ia berdiri dan mulai melangkah keluar meninggalkan taeyeon yang masih berusaha meredam amarahnya.

**

“Ne, tunggu sebentar”

“…”

“Kau dimana, yul?”

“…”

“Arraseo”

klik

‘Tiffany..Astaga kenapa aku jadi memikirkannya. Kenapa ada orang seperti itu. Sudah dua kali dia muncul tiba-tiba didekatku, menjengkelkan. Bahan aku sudah berkata kasar padanya, kenapa dia masih bisa tersenyum seperti itu’

Brukk

“Aishh” Shit

“Omo! mian mian. Jinjja mianhae…eonnie”

“…”

“Kau!! Apa kau tak memakai matamu!? Tidakkah kau.. Aah” Taeyeon mencoba meredam amarahnya melihat beberapa pasang mata kini mulai tertuju kearah mereka.

“Mianhae, jeongmal mianhae eonnie” Ia mencoba membersihkan noda kopi panas pada baju taeyeon.

“Jangan menyentuhku!” Taeyeon menyentak tangan gadis itu dengan kasar.

“Ak.u..aku hanya ingin membersihkan noda dibajumu, eonnie” Sekali lagi gadis itu berusaha membersihkan noda yang menempal dibaju taeyeon.

“Sudah kubilang jangan menyentuhku!!” Kali ini taeyeon menyentaknya lebih keras sehingga gadis itu mundur beberapa langkah.

“Yaa!! Apa yang kau lakukan padanya!?” Tampak tiga gadis lainnya mendekat kearah mereka.

“Seohyun~ah Gwaencanha? Apa yang dia lakukan padamu?”

“Gwaencanha eonnie. Aku yang salah, aku tak sengaja menabrak dan menumpahkan kopi pada pakaiannya”

“Walaupun begitu tak seharusnya kau diperlakukan kasar seperti itu Seohyun~ah” Ia menatap tak percaya pada seohyun sebelum melirik tajam pada taeyeon.

“Sudahlah sunny~ah”

“Wae, fany~ah? Aku tak terima seohyun diperlakukan seperti tadi!”

“Ne, temanmu ini benar tiffany-shi. Tak usah ikut campur.” Taeyeon tersenyum sinis pada tiffany.

“Apa kau tak merasa kau terlalu kasar nona?”

“Tck.. Siapa lagi ini”

“Jessica jung. Jadi apa aku tak merasa tindakanmu terlalu berlebihan, nona?”

“Woaah..Tuan putri mempunyai banyak pelindung rupanya. Sang Putri dan beberapa pengawal idiot” Setelah mengatakan itu taeyeon melangkah begitu saja meninggalkan mereka yang masih mencerna perkataannya.

” Mwo? Idiot? Yak!!” Sunny benar-benar kesal dengan sikap gadis itu. Belum ada yang berani pada mereka sebelumnya.

“Woaa dia benar-benar membuatku kesal” Jessica menatap tak percaya punggung yang mulai menjauh itu.

“Gwancanha hyunie?” Tiffany menatap khawatir seohyun yang dari tadi menundukan kepalanya.

“Gwaencanha eonnie” Dengan jelas mereka dapat mendengar suara gemetar seohyun.

“Hyunie~ sudahlah jangan fikirkan perlakuannya tadi. ย Mungkin dia hanya anak manja yang tak diurus keluarganya” Jessica menangkup wajah seohyun, ia dapat melihat mata gadis polos itu berkaca-kaca.

“Ne, sudahlah hyunie. Lebih baik kita ย kekantin cari makan” Sunny menggaet salah satu tangan seohyun. Tingkah gadis yang ย lebih tua darinya itu membuat sebuah senyuman kini mulai terlukis diwajahnya. Setidaknya ia merasa lebih baik sekarang.

“Sepertinya kau sudah mulai ketularan youngie~,ย sunny”

“Mwoya!?”

“Hahaha apa kau malu sunny~ah?”

“Yaak!! Kajja seohyun~ah” Sunny dengan cepat menarik tangan seohyun, meninggalkan dua gadis amerika yang masih tertawa itu. Semenjak resmi dengan sooyoung, kini teman-temannya jadi sering menggodanya.

**

Yuri telah selesai menghidangkan makanan untuknya dan taeyeon. Sebenarnya tadi taeyeon yang memasak, namun yuri menyuruhnya membersihkan diri terlebih dahulu dan dia yang akan menyiapkan makanan.

“O’ kau sudah selesai taeng? Kajja duduklah, selagi hangat”

“Ne”

“…”

“Yul aku akan keluar, mungkin pulang terlambat. Tak usah menungguku”

“Kau mau kemana?”

“Mencari apartemen”

“Ne!? Wae!? Apa apartemenku kurang nyaman!?”

“Bukan begitu, aku hanya tak ingin merepotkanmu terlalu jauh.”

“Apa yang kau bicarakan? Bukankah kita teman, bagaimana mungkin aku merasa kerepotan”

“Meskipun begitu aku akan tetap mencari apartemen”

“Kenapa kau keras kepala sekali taeng!?” Yui menatap kesal taeyeon yang tengah asik menyantap makanannya. Taeyeon hanya mengangkat bahunya sebagai sebuah jawaban.

“Baiklah, kalau begitu biarkan aku menemanimu”

“Tak usah, aku ingin melakukannya sendiri”

“Arraseo! terserah padamu!” Yuri beranjak meninggalkan taeyeon begitu saja. Ia benar-benar kesal dengan temannya itu. Sedangkan taeyeon hanya menatap punggung yuri yang mulai menjauh tanpa berniat menyusulnya.

“Apa dia marah?”

**

Jessica dan tiffany datang bersamaan. Tiffany meminta jessica menjemputnya karena mereka memang mempunyai jadwal mata kuliah yang sama hari ini.

“Aku akan ke toilet dulu, kau duluan saja tiff”

“Mau kutemani?”

“Tak perlu”

“Arraseo”

.

.

Jessica merapikan rambut dan polesan wajahnya di cermin. Ia sangat mempesona dengan make up tipisnya. Walaupun banyak yang menjulukinya ice princess tapi tak sedikit dari mereka yang sangat mengaguminya.

th-45.jpg

“Emm..Aahh..euunmh..”

Saat akan melangkah keluar jessica melihat dua orang gadis sedang berciuman panas. Tak ingin berlama-lama jassica segera keluar diam-diam.

“Oh my gosh”

Jessica POV

“Emm..Aahh..euunmh..”

Mwoya? Suara apa itu.ย Shit, apa yang mereka lakukan!?

“Oh my gosh” Benar -benar tak tau malu! Bisa-bisanya mereka melakukannya ditempat umum seperti ini.

Grap !!

“Yaa! Apa yang kau lakukan!?”

“Apa kau pergi begitu saja setelah mengintip kegiatan orang lain, huh?” mwo? dia..

Jessica POV end

Seseorang menarik tangan jessica. Mengurungnya diantara tembok yang dingin itu. Kedua tangannya diletakan diantara sisi jessica, membuatnya tak dapat bergerak. Memaksa jessica menatap siapa yang melakukannya padanya.

“Yaa! Apa yang kau lakukan!?”

“Apa kau pergi begitu saja setelah mengintip kegiatan orang lain, huh?”

“Kau!! Hah.. Tak heran kenapa ada orang melakukan hal yang memalukan itu ditempat umum seperti ini. Ternyata kau orangnya” Jessica tesenyum mengejek kearahnya.

“Aaw.. Kata-katamu sangat pedas sica~ah”

“Jangan memanggilku seperti itu” Geram jessica.

“Lalu apa? ice jung?”

“Kau-”

“Yul” Seorang gadis menghentikan perdebatan mereka

“O’ hyuna~ah. Kau duluan saja, aku akan menghubungimu nanti” Yuri menoleh sebentar sebelum kembali mengalihkan perhatiannya pada jessica yang menatanya tajam.

“Tapi-”

“Pergilah” Ujarnya lagi tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis dihadapannya.

“Arraseo” Dengan kesal hyuna keluar sebelum melemparkan tatapan mematikannya pada jessica.

“Jadi.. apa yang harus ku lakukan pada pengintip ini” Ujar yuri dengan seringai nakalnya.

“Mwo!? Aku bukan mengintip, kau yang melakukannya disembarangan tempat Pabo!”

“Bagaimana dengan sebuah ciuman? Dengan itu aku akan melepasmu”

“Kau benar-benar gila!” Setelah mengatakan itu jessica menginjak kaki yuri dengan keras.

“Aww” Melihat yuri lengah jessica segera melarikan diri.

“ice jung…kau benar-benar sesuatu kkekek”

**

*Rooftop

“Kau disini”

“!!”

“Ya! Sudah ku bilang menjauh dariku!! Kenapa kau selalu muncul tiba-tiba dihadapanku, eoh!?”

“Apa kita harus membuat janji dulu? Kalau begitu berikan nomormu”

“Kau..Argh kau benar-benar membuatku kesal”

“Kau tau? Sebentar lagi aku ada kelas, padahal aku masih ingin lama-lama disini. Aku tak tau apa tadi yang menarikku untuk datang kesini. Surprise!! dan aku menemukanmu disini. Apa ini tempat favoritmu?”

“Bagaimana jika kau berhenti menggangguku?”

“Bagaimana jika kau menerima tawaranku untuk lebih dekat denganmu?”

“Kau tau? Sekarang aku jadi sangat membencimu”

“Baguslah kalau begitu”

“Ne?”

“Setidaknya kau sudah menganggapku. Perlahan aku akan menghapus rasa bencimu itu”

“Kau benar-benar gila”

“O’ saranku jangan terlalu sering marah-marah. Sering-seringlah tersenyum, maka semua orang akan meyukaimu. Dan kau tau? Tindakkanmu pada temanku tadi cukup kasar. Mereka temanku, jangan sampai mereka membencimu. Bertindaklah lebih manis sesuai wajahmu”

“Bukan urusanmu, aku tak peduli apakah orang-orang menyukaiku atau tidak. Dan temanmu? Bukankah itu salahnya yang menabrakku? Mereka saja yang terlalu berlebihan.” Taeyeon menatap malas tiffany yang masih berdiri beberapa langkah darinya.

“Mereka temanku dan kau calon temanku. Tentu ini menjadi masalah untukku” ‘Kalau bisa lebih dari sekedar teman kekkek’ย Lanjut tiffany didalam hati.

“Aah jinja. Kenapa ada orang seperti ini. Sebaiknya kau segera pergi, bukankah kau ada kelas”

“Hmm kau benar. Kalau begitu aku pegi dulu. See you” Tiffany tersenyum sebelum beranjak dari tempatnya

tap

tap

“Sebenarnya..” Tiffany yang sudah diambang pintu menghentikan langkahnya mendengar satu kata itu.

“Sebenarnya apa yang kau lihat padaku. Ku akui kau cantik, pasti sangat mudah untukmu mendapatkan seseorang yang kau mau. Kenapa..kenapa aku?” Tiffany membalikan badannya melihat taeyeon yang ย juga melihat kearahnya.

“Aku..aku juga belum tahu apa yang membuatku begitu tertarik padamu, wae?” Taeyeon berjalan mendekati tiffany. Ia berhenti saat telah sampai didepan tiffany

“Kalau begitu beri tahu aku saat kau sudah tahu alasannya” Taeyeon berjalan melewati tiffany yang terpaku menatapnya. Sebelum sebuah senyuman mulai menghiasi wajah cantik itu.

‘Sekarang kau sudah mulai banyak bicara kim’

**

“Taeng” Sooyoung dan yuri mengambil tempat didepan taeyeon yang tengah menyantap makananya.

“O’ Soo, Yul”

“Kau keterlaluan, tak mengajak kami sama sekali” Ujar sooyoung mulai memasukan makanan kedalam mulutnya.

“Mian. Aku terlalu lapar untuk menunggu kalian selesai dengan yeeoja-yeoja kalian” Ujar taeyeon menatap makanannya.

“Yak!! Jangan bicara keras-keras, bagaimana kalau ada orang lain yang dengar. Asal kau tau, aku hanya menunggu yuri selesai dengan gadis-gadisnya. Lagi pula aku sudah punya kekasih”

“Bagaimana jika kekasihmu tau kejadian tadi?” Goda taeyeon.

“Yak! Kim Taeyeon, kau benar-benar! Kwon jelaskan padanya!”

“…”

“Ada apa dengan wajah itu yul?” Tanya taeyeon.

“…”

“Mwo? Ada apa denganmu kwon yuri? Kurasa tadi tawamu sangat lebar, kenapa sekarang kusut sekali” Ujar sooyoung yang melihat perubahan wajah yuri.

“Ani, gwaencanha” Ujar yuri dengan senyum tipisnya.

“Kau masih marah padaku yul?”

“…”

“Ya! Apa yang aku tak tahu disini?”

“Bukan apa-apa”

Brakkย 

Yuri membanting sumpitnya ke atas meja. Beberapa pasang mata kini menatap ke meja mereka.

“Bukan apa-apa? Soo, bagaimana menurutmu. Jika teman yang sudah lama tak kau temui datang, tinggal diapartemenmu dan tiba-tiba ingin keluar dengan alasan tak ingin merepotkanmu? Bukankah itu menjengkelkan?”

“Eum itu..em” Sooyoung jadi bingung akan menjawab apa melihat dua orang yang saling tatap itu. Yuri dengan tatapan penuh amarah, taeyeon dengan tatapan..datar?

“Bukan begitu yul. Kadang-kadang aku juga ingin sendiri, aku ingin melakukan sesuatu sendiri agar aku lebih mandiri”

“Sudah lah yul, biarkan saja. Taeyeon juga tak jauh-jauh, masih dikorea, kan? kekek” Ujar sooyoung mencoba mencairkan suasana.

“Tapi dia juga tak mengijinkanku membantunya mencari apartemen” Ujar yuri mengerucutkan bibirnya

“Itu karena aku tau kau lelah. Kau terlalu disibukan dengan organisasimu akhir-akhir ini. Tentu aku tak ingin menambah rasa lelah mu yul”

“Huft terserahmu saja”

“Aaa sekarang kalian sudah baikan bukan? Baiklah aku ada informasi penting untuk kalian”

“Mwo?”

“Dalam rangka merayakan hari jadiku dan sunny, aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan di villa sunny. Kami hanya mengundang teman-teman dekat. Sunny mengundang teman dekatnya, makanya kalian juga harus datang, arra?”

‘Sunny kekasih sooyoung, sunny mengundang teman dekatnya, sunny teman dekat si ice jung, berarti si ice jung ikut’ *Tau dong ini pemikiran siapa? kekkek

“Aku ikut!!”

“Akan ku fikirkan”

“Yaah~ jangan begitu taeng, bukankah sekarang kau temanmu? Pokoknya kau harus ikut” Ujar sooyoung mengerucutkan bibirnya.

“Sebaiknya kau ikut agar aku memafkanmu ย taeng” Yuri mengatakannya degan datar, membuat taeyeon menghela nafas.

“Arra arra” Jawab taeyeon dengan malas

“Yaay” Koor soooyong dan yuri.

.

.

.

Tbc

 

Bingung? Banyak flashback ya?๐Ÿ˜€๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚mau gimana lagi.

Oiiya aku rencana mau bikin ff naruhina disini, ga tau sih kapan pastinya. Ada yang suka couple naruhina gak??๐Ÿ™Œ๐Ÿ’ƒ Aku suka bgt tuh couple..Bagi yang ga suka tinggal tekan ‘kembali‘ aja๐Ÿ˜Š, ga usah ambil pusing. Satu lagi, aku mau nanya..apa ff aku nih keluar di tagnya? kok statistiknya pelan bgt naiknya? dan juga banyak juga siders. Apa emang karena ga keluar di tag atau ff nya yang jelek jadi banyak yang males baca atau komen? Soalnya aku liat author-author lain yang baru nulis, banyak tuh yang komen. Bahkan belum pos ff sama sekali. Semua ini masih jadi misteri dikepala aku ๐Ÿ‘ป๐Ÿ‘ป๐Ÿ˜‚

R: Siders mulu siders mulu๐Ÿ˜‘

Ya mau gimana, komen tu alasan kuat aku buat nulis. Seneng aja…tapi aku juga ga mau ada yang kepaksa..Cuma nanya, agak bingung juga sih๐Ÿ˜

ok segitu dulu

Follow ig Locksmith_v

Papayy๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Iklan

14 pemikiran pada “Everyhing Has Changed (2)

  1. Nahhh klo gini critanya pasti bklan seru, fany tertarik sma tae krna dia cuek orang nya dan blm pernah ada yg mengabaikan dia hhhaa awal yg baik dan aku hrap si gajah thai ga smpe kelewatan batas cma buat dpetin fany

    Suka

    1. Wkwkwk mudah-mudahan sih gitu๐Ÿ™Œ
      Gajah thai nggak sadar” kalau panul nggak mau ama dia๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
      ๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s