Everything Has Changed (3)

screenshot_2017-05-02-17-29-561.jpg

Cast: Taeyeon, Tiffany

Other cast: Yuri, Jessica, Seohyun, Sunny, Sooyoung

Happy readingšŸ’ƒšŸ’ƒ

Typo bertebaranšŸ‘»šŸ‘»

.

.

.

.

.

Kedua gadis itu sedang menikmati hari libur mereka.Ā Mereka kini tengah bersantai di apartemen milik gadis bereyesmile indah itu. Duduk disofa membiarkan tv menyala tanpa ada yang menonton. Terdapat beberapa cemilan tersedia dihadapan mereka yang belum tersentuh. Tiffany sibuk dengan ponselnya, sedangkan jessica sedang memanjakan perutnya.

“Aish Jinjja!!”

“Wae? Apa kau mulai gila, jessie?” Tiffany menatap heran sahabatnya itu. Ia sedikit kaget karena teriakan tiba-tiba dari jessica.

“Aku benar-benar kesal dengan si hitam itu”

“Bisakah kau bicara lebih jelas?” Tiffany menatap datar jessica yang cemberut sambil mengaduk-aduk makanannya.

“Kau masih ingat si hitam yang memanggilku ice jung?”

“Ne?” Tiffany mengerutkan keningnya, mencoba mengingat-ingat.

“Itu, teman si pendek yang berlaku kasar pada seohyun” Jelas jessica lagi.

“O’ Taeyeon?”

“Taeyeon? Kau mengenalnya?” Ujar jessica dengan memberikan tatapan menyelidik pada tiffany.

“Ahh i.itu aku.. hm Bukankah dia yang mengenalkan taeyeon waktu itu? Kalau tidak salah namanya.. yuri” Tiffany merasa tenggorokannya kering karena tatapan jessica padanya.

“Em.emh Ya! tidakah kau begitu kasar? Bagaimana bisa kau memanggil orang dengan sebutan si pendek dan si hitam” Ujar tiffany mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Karena memang begitu adanya. Wae? Kau ada masalah dengan itu?”

“A.ani. Ā Ada apa dengannya?”

“Siapa?”

“Bukankah tadi kau bilang ‘Aku benar-benar kesal dengan si hitam itu’” Ujar tiffany memutar bola matanya.

“Ahh geurae. Kau tahu?” Jessica menggeser duduknya lebih dekat dengan tiffany.

“Tadi aku bertemu dengannya dikampus”

“Lalu?”

“Diamlah dulu saat aku bicara” Jessica menatap tiffany dengan jengkel.

“Hehe mian, lanjutkan”

“Saat aku pergi ke toilet, aku melihatnya berciuman dengan si seksi itu”

“Heol.. Ada apa denganmu, jung!? Sudah ku katakan jangan begitu. Si hitam, si pendek, sekarang si seksi. Nanti apa lagi!?” Tiffany merasa terganggu dengan kata-kata itu, apalagi ‘si pendek’.

“Aish aku lupa namanya. Hura hyura huna”

“Hyuna?” Tebak tiffany.

“Ah benar, hyuna. Mereka berciuman begitu panas. Oh goshĀ bagaimana mereka bisa melakukan hal seperti itu ditempat umum!? Bagaimana jika banyak yang melihat? Woaa sulit dipercaya” Jessica masih kesal jika mengingat kejadian itu.

“Biarkan saja, itu urusan mereka. Kenapa kau begitu kesal?”

“Masalahnya dia melihatku. Dia mengataiku pengintip!”

“Hanya itu?”

“A.ah ya.a. Ya, hanya itu” Jessica merasa kejadian itu memalukan untuk diceritakan pada tiffany.

“Sudahlah tak usah difikirkan”

th (49)

Bagaimana tidak difikirkan? Si hitam itu sangat mengganggu’

***

Kantin

“Aku akan mengantarmu pulang nanti” Sunny baru datang ke meja teman-temannya. Ia diantar oleh sooyoung. Hal itu mengakibatkan adanya tatapan menggoda yang ia dapat dari teman-temannya.

“Woaa lihatlah pasangan baru kita” Ucapan tiffany membuat pasangan soosun jadi salah tingkah.

“Ne, betapa manisnya mereka sekarang” Lanjut jessica.

“Aigoo kenapa kalian jadi salah tingkah begitu?” Tambah tiffany lagi sambil terkekeh.

“Ya~ Apa yang kalian katakan” Ujar sunny malu-malu. Rona merah mulai muncul dikedua pipi cubbynya.

“Mwo? Memang apa yang kami katakan?” Ujar tiffany dengan wajah polosnya.

“Hm hubungi aku jika kau telah selesai nanti” Ujar sooyoung sambil tersenyum pada sunny.

“Ne”

“Ya ya kau mau kemana!?” Ujar jessica yang berhasil menghentikan langkah sooyoung.

“A.aku a.ada kelas” Ujar sooyoung takut-takut.

“Kenapa terburu-buru?” Ujar tiffany dengan smirknya.

“Ne?”

“Ok langsung saja ke intinya. Apa kau serius dengan sunny?”

“Te.entu saja aku serius”

“Lalu-“

“Teman-teman” Sunny menatap mereka bergantian. Tatapan permohonan agar mereka menyudahi sesi tanya jawab ini.

“Arraseo arraseo” Ujar jessica. Sunny memberi kode pada sooyoung agar pergi dari sana. Sunny tidak mau jika kekasihnya telat karena pertanyaan-pertanyaan konyol dari teman-temannya.

“Kau selamat sekarang YOUNGIE-AH” Lanjut jessica dengan menekankan bagian namanya.

“K.kalau begitu aku permisi dulu. Selamat menikmati makanan kalian” Sooyoung tersenyum manis pada sunny sebelum pergi dari sana.

“Ya!! Apa yang kalian lakukan!? Kalian membuatnya takut!” Ujar sunny setelah sooyoung tak tampak lagi.

“Wae? Kenapa harus takut?” Tanya jessica sebelum menyeruput minumannya dengan santai, seolah tidak terjadi apapun.

“Benar. Kenapa harus takut? Kami hanya menanyakan hal biasa”

“Hal biasa apanya!!?” Ujar sunny mengerucutkan bibirnya.

Tiffany dan jessica tertawa setelah berhasil menggoda sahabatnya. Sedangkan seohyun hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah mereka.

“Sudahlah eonnie. Jangan menggoda sunny eonnie terus”

“Aaaa~ hyuni-ah, kau terbaik” Ujar sunny memeluk seohyun.

“Cih” Jessica dan tiffany menatap sebal kearah sunny.

“Ahh aku hampir lupa. Aku akan mengadakan pesta kecil-kecilan di villa appa. Kalian harus datang, arra?” Ujar sunny menatap mereka satu persatu

“Pesta? Dalam rangka?” Tanya jessica

“Tentu saja, dalam rangka merayakan hubunganku dan sooyoung” Jawabnya malu-malu.

“Apa kau mengundang yang lainnya?” Taya tiffany

“Kami sepakat hanya mengundang teman-teman dekat saja”

“Tentu aku akan datang. Aku tak sabar akan ‘menanyai youngie‘ lagi” Ujar tiffany sambil tertawa.

“Ya!! Jangan berani-beraninya kau tiffany hwang!!” Ancam sunny

“Sica-ah?” Lanjutnya pada jessica.

“Ne? O’ ne aku akan ikut”

“Hyunie?”

“Akan aku fikirkan dulu, eonnie”

“Ya~ Kenapa begitu? Tidak akan lengkap jika kau tidak ikut hyunie~” Ujar sunny dengan tatapan memohonnya pada seohyun.

“Arra. Aku akan membicarakannya dulu dengan appa dan eomma”

“Baiklah, kalau begitu”

***

“Yul!! Makanan sudah siap!!” Taeyeon telah selesai menyiapkan makanan untuk dirinya dan yuri. Saat pulang tadi ia melihat yuri tertidur diatas sofa. Ia jadi tidak tega membangunkan yuri. Ia tahu yuri pasti sangat lelah dengan pekerjaannya.

Tidak mendapat jawaban dari yuri, taeyeon pun berjalan ke ruang tamu. Tempat dimana yuri masih tertidur dengan pulasnya. Perlahan taeyeon mengguncang tubuh yuri dengan pelan.

“Yul? Bangunlah”

“Ngghh Taeng” Ujar yuri dengan suara seraknya.

“Aku sudah menyiapkan makanan kita, bangunlah. Cuci muka terlebih dahulu”

“Ne, ahjjumma”

Dukk

“Aw, kenapa memukulku!?” Ujar yuri sambil mengusap-ngusap pelipisnya yang dijitak oleh taeyeon.

“Makanya jangan bicara sembarangan, cepatlah”

.

.

“Taengh, apha khau sudha menembhukan aparthemenh mhu?”

“Telan dulu makananmu yul” Yuri menelannya dengan cepat. Meneguk air untuk membersihkan mulutnya.

“Apa kau sudah menemukan apartemen barumu?”

“Sudah. Pemiliknya akan keluar satu minggu lagi”

“Kenapa cepat sekali”” Yuri menghentikan kegiatan makannya. Menatap kearah taeyeon sambil mengerutkan keningnya.

“Begitulah” Jawaban yang didapatnya membuat yuri menghela nafas kasar.

“Lalu?”

“Lalu? Aku akan memindahkan barang-barangku setelah mereka keluar nanti”

“Baiklah. Kalau begitu katakan saja padaku, aku akan membantumu”

“Baiklah” Taeyeon tahu jika ia menolak, yuri akan marah lagi padanya.

***

“Sampai disini perkuliahan kita hari ini, sampai bertemu minggu depan, ne!?”

“Ne Mr. Park!” Mr. Park keluar ruangan diikuti dengan mereka yang mengikuti perkuliahannya.

Taeyeon memasukan barang-barangnya dengan cepat. Hari ini Ā ia berniat pulang kerumahnya. Bukan ingin kembali, ia hanya ingin mengambil beberapa barangnya yang belum sempat ia ambil.

“Hei”

“Khamjagiya! Ka.au?”

“Mwo? Kau mau bertanya kenapa aku disini lagi? Aigoo.. Apa kau lupa kita mempunyai mata kuliah yang sama hari ini” Tiffany tersenyum menatap taeyeon yang tampak terkejut dengan kedatangannya.

“Aku tidak peduli” Dengan cepat taeyeon memasukan barang-barangnya ke dalam tas miliknya.

“Baiklah kalau begitu, kita keluar bersama” Taeyeon tidak menolak ataupun meng’iya’kan ajakan tiffany. Setelah selesai taeyeon beranjak begitu saja dari hadapan tiffany tanpa sepatah katapun. Tiffany tidak ambil pusing dengan itu, ia menyusul taeyeon dengan langkah yang tergesa.

“Jangan mengikutiku!” Taeyeon berjalan dengan cepat tanpa menoleh kapada tiffany.

“Siapa yang mengikutimu? Kita mempunyai tujuan yang sama” Jawab tiffany acuh.

“Cih benar-benar”

“Tiffany!!” Pria itu berdiri didepan taeyeon dan tiffany. Menghentikan langkah keduanya. Taeyeon ingin pergi tapi tiffany dengan cepat menggenggam tangannya.Ia tersentak merasakan tangan yang lembut itu menggenggam tangannya. Taeyeon melihat kearah dimana tangannya terpaut dengan tangan tiffany. Begitu juga dengan pria dihadapannya yang menatap sepasang tangan yang terpaut itu. Saat taeyeon ingin membuka mulutnya, tiffany lebih dulu angkat bicara.

“Kau menghalangi jalan kami, nick” Tiffany menatap malas nickhun yang menatapnya dengan lembut.

“Aku mohon tiff dengarkan aku, semuanya hanya salah paham”

“Mian tapi-” Ucapan taeyeon yang ingin pamit undur dari pertikaian itu terputus.

“Tidak ada salah paham dalam hubungan kita nick. Dia yang menciummu bukan? Aku tahu, jadi jangan permasalahkan itu lagi. Masalahnya bukan itu nick. Masalahnya kita nick, kita tidak bisa bersama. Sungguh, aku telah mencobanya, tapi tetap tidak bisa. Kau pria baik, kau juga akan mendapatkan yang terbaik, tapi itu tidak aku. Kumohon mengertilah, nick.” Sungguh, taeyeon jadi bingung apa yang harus ia lakukan. Dia ingin langsung pergi tapi tangannya digenggam erat oleh tiffany. Dia ingin berbicara tapi selalu dipotong oleh tiffany. Dengan suasana seperti ini, ia jadi bingung bagaimana membuka suaranya.

“Apa karena dia?” Pria itu menatap sinis pada taeyeon. Lain halnya dengan taeyeon yang membelalakan matanya karena terkejut dengan ucapan pria itu.

“Chamkaman sepertinya a-“

“Bagaimana jika iya?”

Sial, apa yang dia katakan!?’ Taeyeon menoleh pada tiffany sambil menatap tajam kearahnya.

Jawaban yang nickhun dapat sungguh menyakiti hatinya. Nickhun benar-benar mencintai tiffany. Gadis itu mengatakan dia adalah pria yang baik, tapi kenapa tiffany tidak bisa menerimanya.

“Apa pernah kau mencintaiku, walaupun hanya satu detik?” Ada rasa tak enak saat tiffany menatap mata yang sayu itu.

“Mian, nick” Tiffany menunjukan wajah menyesalnya.

“Arra. Baiklah, aku akan menerimannya. Status kalian cuma sebatas kekasih bukan? Biarkan aku dekat denganmu tiff, sampai kau benar-benar sah menjadi miliknya. Bahkan jika kau berubah fikiran, dengan senang hati aku akan menerimamu lagi”

“Mian nick. Sampai kapanpun keputusanku tak akan berubah. Hanya dia, tak akan berubah. Aku ingin menjaga perasaannya. Jadi kumohon jangan berlebihan kepadaku. Itu akan menyakitinya” Tiffany menatap taeyeon dengan senyuman indahnya. Sedangkan taeyeon membalas dengan tatapan tajamnya. Tiffany tahu jika taeyeon pasti akan marah setelah ini.

Tiffany menarik taeyeon pergi dari sana. Meninggalkan nickhun yang terpaku melihat mereka.

Bahkan kau belum pernah tersenyum seperti itu padaku tiff’

tap

tap

Beberapa pasang mata mulai tertuju pada mereka. Bisikan-bisikan mulai tercipta kerena melihat salah satu idol kampus berjalan dengan mahasiswi baru. Apalagi dengan tangan yang saling terpaut. Adanya tatapan iri dan benci yang dilayangkan kepada keduanya.

Lihatlah.. bagaimana mereka bisa jalan berdua?’

Bagaimana bisa tiffany jalan bersamanya?’

Aku dengar dia mahasiswi pindahan’

Gadis itu benar-benar beruntung bisa menggenggam tangan mulus tiffany, aku kan juga ingin’

Jangan bermimpi terlalu tinggi, kau tidak mungkin bisa’

Apa hubungan tiffany dengan gadis cool itu?’

Kalau dilihat, mereka tampak serasi’

Apa hubungan mereka?’

Gadis itu sangat cantik dan.. sexy’

Aku akan mencari tahu tentangnya’

Bisikan-bisikan itu jelas terdengar oleh keduanya. Beda hal dengan tiffany, taeyeon benar-benar kesal dengan bisikan-bisikan itu. Apalagi dengan tatapan-tatapan yang ia dapat. Disana ada tatapan yang menusuk juga tatapan lembut seolah mereka terhipnotis dengannya

“Apa kau tidak berencana melepaskan tanganmu!?” Geram taeyeon

“Mian” Dengan cepat tiffany melepaskan tangan taeyeon. Ia tak sadar jika ia terus menggenggam tangan taeyeon dari tadi. Jika sadarpun mungkin ia tak akan mau melepaskan tangan itu. Tangan yang terasa pas digenggamnya.

“H.hm untuk tadi, terimakasih”

“Tck.. aktingmu benar-benar bagus, eoh? Kau tahu? Aku benar-benar marah sekarang. Tapi aku tidak ingin berdebat denganmu, jadi cukup sampai disini. Jangan mengikutiku atau aku benar-benar akan mempermalukanmu disini” Setelah mengatakan itu taeyeon pun pergi dari sana, meninggalkan tiffany yang hanya diam sambil menggigit bibir bawahnya.

“Bodoh bodoh tiffany.. Apa yang kau lakukan!? Aish dia pasti benar-benar marah” Rutuknya. Tiffany melihat telapak tangannya yang baru saja menggenggam tangan taeyeon. ia tersenyum mengingat apa yang baru saja ia lakukan.

“Hangat”

***

Taeyeon mulai masuk ke pekarangan rumah yang luas itu. Ia melihat mobil yang ia kenal terparkir disana. Taeyeon berjalan masuk kedalam rumah yang megah itu.

“Anyyeong nona muda, kau disini?”

“Anyyeong ahjjuma”

“Apa nona butuh sesuatu? Apa nona mau makan atau minum? Aku akan menyiapkannya dengan cepat”

“Tidak usah ahjjuma, aku hanya sebentar”

Setelah mengatakan itu, taeyeon tergesa menaiki tangga. Menuju kamar yang sudah lama tak ia kunjungi.

Ceklek

‘Sudah lama’

Taeyeon mengambil dua buah bingkai foto yang terletak di atas kasurnya. Dua foto yang menjadi favoritnya. Ia membersihkan kaca yang berdebu itu. Taeyeon memang tidak suka siapapun masuk kekamarnya. Setidaknya, semenjak semua berubah. Jadi wajar saja jika kamar yang biasa bersih itu sekarang jadi sedikit berdebu.

“Aku merindukan kalian”

Foto pertama adalah foto seorang gadis remaja, seorang gadis kecil dan seorang wanita paruh baya yang duduk dikursi taman. Foto kedua adalah foto dirinya dan seorang gadis yang sangat cantik. Gadis yang membuat hari-harinya selalu berwarna. Terlihat mereka duduk di kursi taman yang sama. Gadis itu duduk dipangkuan taeyeon. Mengalungkan kedua tangannya dileher taeyeon. Sedangkan taeyeon memeluk pinggang ramping gadis itu.

“Maafkan aku. Apa aku meninggalkan kalian terlalu lama?”

“Aku akan membawa kalian ke tempatku yang baru”

Taeyeon memasukan kedua foto itu kedalam tasnya. Ia melihat sekeliling ruangan itu sejenak sebelum keluar. Saat taeyeon telah sampai di anak tangga terakhir, ia melihat seorang yang tak ingin ia temui untuk saat ini.

“Taeyeon-ah. Apa kau sudah lama?”

“Ani, baru saja. Aku pergi” Jawabnya acuh mendahului pria paruh baya itu.

“Makanlah dulu sebelum kau pergi, nak” Ujar pria paruh baya itu. Taeyeon berbalik dan menatapnya sambil tersenyum mengejek.

“Apa mereka juga ikut?”

“…”

“Maka jawabanku, tidak” Ujar taeyeon lalu pergi.

TapĀ 

Tap

“E.eonnie?”

“Apa kau tuli? Sudah ku bilang jangan muncul dihadapanku” Desis taeyeon.

“Ma.aafkan aku eonnie tadi-“

“Sudahlah. Kau terlalu banyak bicara”

“Maaf-“

“Maaf maaf maaf dan maaf! Apa hanya itu yang bisa kau katakan!? Bicara denganmu hanya membuat hariku tambah buruk” Taeyeon melewati gadis itu. Suara isakan mulai terdengar dimulutnya. Isakan yang bahkan tak membuat hati taeyeon goyah sedikitpun.

“Satu lagi. Jangan memanggilku eonnie karena aku bukan eonniemu”

Apa kau begitu membenciku eonnie?’

***

“O’ taeng. Kau sudah pulang?” Tanya yuri yang tengah duduk disofa saat menyadari kedatangan Ā taeyeon.

“eoh” Jawab taeyeon singkat, seperti biasa.

“Kau dari mana saja?”

“Ada hal yang harus aku lakukan”

“Taeng? Kau sudah kembali?” Tanya sooyoung yang baru datang dari arah dapur dengan beberapa cemilan ditangannya.

“Soo? Kau disini. Sudah lama?”

“Lumayan”

“Kemarilah, bergabunglah dengan kami” Ujar yuri

“Aku akan membersihkan diri dulu”

“Arraseo” Taeyeon pergi untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Badannya sudah terasa lengket karena seharian ini. Dan ia rasa tubuhnya benar-benar membutuhkan siraman air hangat. Mungkin dapat mengurangi sedikit pusing di kepalanya.

“Apa kau sudah lama mengenal taeng, yul?” Tanya sooyoung.

“Ne” Ujar yuri dengan tatapan yang tak teralihkan dari tv didepan mereka.

Mereka menonton dengan acak. Hanya beberapa saat mereka meyukai sebuah channel dan mereka menukarnya lagi. Sesekali mereka akan tertawa dangan keras saat berhenti di acara yang lucu. Sesekali mereka akan begitu serius saat menonton drama ataupun film action.

“Kalian menonton apa? Drama? Aigoo.. Yang benar saja” Ujar taeyeon yang baru selesai membersihkan tubuhnya. Ia menatap heran kedua temannya itu. Saat keluar ia melihat kedua Ā sedang menonton.. drama?

“Wa.ae? Apa salahnya dengan drama?” Ujar yuri membela diri.

“Ne” Lanjut sooyoung

“Entahlah, terkadang mereka menggelikan. Pada kehidupan nyata tidak ada yang se manis ataupun se hancur mereka. Nngh aku tidak tau player sepertimu menyukai drama seperti itu, yul” Ujar taeyeon dengan tatapan meremehkan pada yul.

“A.aaku hanya tidak sengaja menukarnya. Karena aku malas menukar kembali. Ya sudah, aku menonton ini saja. Benar kan soo?”

“Bukankah kau memang sengaja? Aku pikir kau memang sangat menyukainya” Ujar sooyoung ikut menggoda yuri.

“Ya!! Bukan begitu~” Rengek yul.

“Hahaa kau tidak usah malu. Kami tidak akan memberi tahu gadis-gadismu”

“Ya!!”

“Hahaa benar sekali taeng” Mereka tertawa dengan keras melihat wajah kesal yuri. Sooyoung juga senang bisa mulai lebih akrab dengan taeyeon. Pada awalnya ia berpikir taeyeon tidak punya selera humor sedikitpun. Ternyata taeyeon juga pintar menggoda temannya. Walaupun itu hanya sesekali.

“Ahh benar. Kalian jangan lupa untuk pergi ke villa sunny besok, arra?”

“Ahh ya, aku hampir lupa. Mungkin kami akan terlambat, aku ada urusan sebentar”

“Baiklah, hanya jangan sampai lupa. Aku akan menngirimkan alamatnya padamu”

“Taeng?”

“Bukankah sudah kukatakan aku akan datang. Kau tenang saja”

***

“Kalian sudah siap?” Tanya sooyoung yang baru sampai di kediaman sunny. Tiffany, jessica dan seohyun juga ada disana. Mereka berencana akan berangkat bersama.

“Sudah, youngie. Ini barang-barang kami. Bisakah kau membawanya kemobil?” Tanya tiffany selembut mungkin.

“Ya!! Jangan panggil dia begitu!! Bawa saja barang-barangmu sendiri. Bukankah tanganmu masih utuh!!?” Sunny masuk mobil dengan kesal. Membanting pintu mobil itu dengan Ā keras. Meninggalkan mereka yang menatapnya aneh.

“Ada apa dengannya?”

“Entahlah, jess. Mungkin dia kerasukan”

“Ehm kalian masuklah dulu. Aku akan memasukan barang-barang kalian”

“Gomawo yongie~” Ujar tiffany dengan senyuman manisnya. Membuat sooyoung memerah.

Tiffany dan jessica duduk dikursi belakang. Tentunya sunny duduk dikursi depan, disebelah kekasihnya.

“Sunny-ah. Bisa tolong ambilkan tisu itu”

“Ambil saja sendiri” Ketus sunny.

“Ya~ ada apa denganmu?” Tanya jessica pura-pura tidak mengerti. Ia mengedipkan matanya pada tiffany.

“Apa kau marah karena tadi?” Sunny dengan segera membalikan badannya. Menatap tajam keduanya.

“Tentu saja!! Jangan memanggilnya begitu lagi, karena hanya aku yang boleh memanggilnya begitu!! Dan satu lagi, kenapa kau menyuruh-nyuruhnya dengan wajah sok polosmu itu!! Kau pikir dia supir, hah!?”

“Bunny~ sudahlah” Ujar sooyoung yang baru masuk. Bahkan dari luar mobil sooyoung dapat mendengar dengan jelas teriakan kekasihnya itu.

“Tapi mereka saat menyebalkan, mereka selalu saja meledekku” Ujar sunny menggembungkan pipinya, imut.

“Baiklah, kami tidak akan melakukannya lagi, bunny~”

“Ya ya ya! Lihatlah mereka mulai lagi~” Sooyoung menghembuskan nafas kasar melihat kelakuan sunny dan teman-temannya. Sedangkan seohyun hanya diam menatap perdebatan mereka.

“Sudahlah, kita sudah terlambat. Bisakah kita pergi sekarang?” Tanya sooyoung berharap perdebatan mereka akan selesai.

“Ne” Jawab sunny kesal. Jessica dan tiffany terkekeh pelan karena telah berhasil menggoda sunny.

***

“Hei Bangunlah, kita sudah sampai”

“Nggh.. kita sudah sampai” Ujar tiffany dengan mata setengah terbuka.

“Sudah, eonnie. Kajja”

“Duluan saja, seo. Aku akan membangunkan jessica dulu”

“Jessie~ Bangunlah kita sudah sampai” Ujar tiffany mengguncang pelan tubuh mungil jessica. Tapi tidak ada respon dari jessica.

“Aiish Ayolah jessie, kita sudah sampai”

“Apa dia memang begitu?” Tanya sooyoung.

“Ne, dia memang sangat sulit dibangunkan. Apa sunny juga tidur?”

“Ne, aku akan Ā membangunkannya nanti. Kau bangunkan saja jessica dulu”

“Jessica jung! Jika kau tidak bangun sekarang Ā juga. Aku akan memaksakan mentimun lewat ditenggorokanmu!” Bisik tiffany tepat ditelinga jessica.

“Andwe!! Jangan macam-macam kau tiff!!”

“Akhirnya. Kajja, kita turun”

“Tck arraseo” Tiffany dan jessica keluar menyisakan sooyoung dan sunny.

“Bunny~ bangunlah~ Kita sudah sampai” Ujar sooyoung lembut sambil mengusap pelan pipi sunny.

“Nghh”

“Hei bangunlah, kita sudah sampai”

Cup

“Ya! Apa yang kau lakukan!?”

“Mwo?”

“K.aau menciumku” Lirih sunny. Ia merasa pipinya panas sekarang. Sooyoung yang mendengar itupun tersenyum. Ia memajukan wajahnya hingga jarak wajah mereka kini sangat dekat.

“Lalu? Apa aku tak boleh mencium kekasihku?”

“Bu.bukan begitu”

“Lalu?”

“A.aku-”

“Hahaa kau lucu sekali bunny. Kajja, kita harus turun. Mereka pasti menunggu kita”

.

.

“Woaa pemandangan disini bagus sekali” Ujar jessica menatap kearah laut, dari balkon lantai dua.

“Benar. Udaranya juga segar”

“Kalian boleh mengambil kamar ini jika kalian mau” Ujar sunny yang baru masuk disusul dengan sooyoung yang membantu membawakan barang-barang jessica dan tiffany.

“Aah youngie, kapan teman-temanmu akan datang?”

“Hm mereka bilang, mereka akan sedikit terlambat bunny”

“Arraseo”

“Ini barang-barang kalian”

“Gomawo soo”

“Hyunie, kau dapat menggunakan kamar sebelah”

“Ne, eonnie”

“Kajja” Ajak sunny sambil menarik tangan sooyoung.

“Chamkaman”

“Wae, tiff?”

“Apa kalian akan tidur dikamar yang sama?” Godanya.

“Ya!! Kalian jangan mulai lagi!!” Sunny menarik tangan sooyoung untuk keluar dari sana.

“Hahahaha Kau benar-benar tiff”

“Hahaa wae, jessie? Aku hanya bertanya”

***

Ting tong

Ting tong

Ceklek

“Hyomin-ah, jiyeon-ah kalian datang?” Sunny memeluk keduanya satu persatu.

“Tentu saja, kau yang mengundang kami”

“Masuklah” Sunny mempersilahkan hyomin dan jiyeon masuk.

“Kalian pilihlah kamar kalian, kecuali kamar diatas sebelah kanan sana”

“Mana kekasihmu?” Tanya hyomin.

“Dia sedang merapikan barang-barangnya”

“Baiklah, kalau begitu kami naik dulu” Setelah mengantar mereka sunny pergi melihat sooyoung ke kamar.

“Youngi.. kau sudah selesai?”

“Barangmu sudah ku rapikan. Sekarang kau istirahatlah. Aku akan menyusun barang-barangku dulu”

“Ne.e? Apa kita tidak satu kamar? A.ani maksudku-”

“Apa kau tidak takut satu kamar denganku?” Ujar sooyoung menatap lekat sunny.

“Ke.enapa aku harus takut. K.kau tidak akan melakukan apapun padaku, bukan?” Lirih sunny.

“Haaha aku tidak yakin bisa menahannya, jadi lebih baik kita tidur terpisah” Ujar sooyoung mengusap lembut kepala sunny.

“Tadi, siapa yang datang?”

“Sepupuku”

Ting tong

Ting tong

“Mungkin itu teman-temanmu”

“Mungkin. Aku akan membukakannya dulu” Ujar sooyoung dan segera berlalu dari hadapan sunny.

Ceklek

“Yul, taeng kalian sudah datang?”

“Seperti yang kau lihat” Ketus yuri

“Ada apa denganmu? Apa kau salah satu gadismu memutuskan hubungan kalian?”

“Yang ada aku yang memutuskan mereka, bodoh”

“Sudahlah, kalian in-”

“Kau!!”

“Bunny?”

“Apa yang kau lakukan disini!?” Tunjuk sunny pada taeyeon.

“Chamkaman.. ada apa ini?” Tanya sooyoung.

“Aku bertanya padamu, nona kasar” Ujar sunny mendekat hingga ia berada disebelah sooyoung. Dengan yuri dan taeyeon berada diambang pintu.

“A.apa dia kekasihmu soo?”

“Ne, wae taeng?” Taeyeon menghela nafas kasar.

Shit.. Apa dia juga ada disini”

“Ada apa taeng?” Tanya yuri

“Kau tau apa yang dia lakukan pada kami soo!? Pertama, dia berlaku kasar pada seohyun!! Lalu dia bicara kasar pada kami!! Dan lebih parah dia mengataiku PENGAWAL IDIOTT!!”

“Ne.ee? A.apa itu benar taeng?” Ujar sooyoung. Mereka kini menatap taeyeon, menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut gadis itu.

“Mian, soo. Sepertinya aku pulang saja” Ujar taeyeon membalikan badannya.

“Ya sudah pulang saja sana!!”

“Chamkaman. Chamkaman taeng. Begini.. Sunny-ah, taeyeon ini temanku. Taeng, sunny ini kekasihku. Jadi kumohon kalian jangan begini. Jika kalian ada masalah, lupakanlah. Kalian bisa memulainya sekarang. Mu.mungki kalian bisa jadi teman dekat”

“Jadi kau memilihnya!!” Sunny menatap kesal sooyoung sebelum pergi begitu saja dan membanting pintu dengan keras.

Blamm

“Jangan coba-coba untuk pergi, taeng. Aku akan membujuknya nanti. Kajja, aku antar kekamar kalian”

“Tapi-”

“Tidak ada tapi-tapian” Ujar sooyoung sambil menarik tangan keduanya untuk masuk.

.

.

.

.

.

Tebeceeehh

hallo chinguuu udah lama yaa~

Hmm mungkin di part ini ga terlalu banyak moment,, sooo semoga suka~ cup cup cup :*

Pappaay

screenshot_2017-05-22-21-39-151.jpg

Iklan

4 pemikiran pada “Everything Has Changed (3)

  1. Anyeonngg thor…lama amat yak updatenya…
    Ciiee…fany udh ngaku” ke nickhun klo tae pacarnya…kira” tae marah beneran gak ya ama fany…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s